Hari ini aku teringat kepada ayah ku. Seorang Mayor Jenderal (Purn.) lurus yg tidak mau mengerti seberapa kompleksnya dunia ini. Dari kecil sampai saya bisa punya penghasilan sendiri, kita tdk pernah hidup mewah namun juga tdk pernah hidup berkesusahan. Prinsip ayah salah satunya adalah “Tidak Pernah Meminta”. Rejeki adalah buah dari apa yang telah kita lakukan. Pernah suatu saat di kota Medan, setelah bercerita ke seseorang disana bahwa ayah seorang Mayor Jenderal (Purn.), ayah diledekin orang tersebut dengan julukan “Jenderal Bodoh” karena orang tersebut tdk melihat kemewahan menempel di sekitar Ayah.
Namun AlhamduliLah kami di beri Kemudahan oleh yg diAtas sehingga dari kami sekeluarga, abang-abang saya dan saya sendiri dapat kesempatan bersekolah di ITB melalui jalur standar dan bahkan Lebih tinggi tanpa Ayah harus menggadaikan harga dirinya.
Lanjutan dari kasus kemaren soal kecelakaan saya dgn seorang anggota mabuk, setelah berdamai, saya tidak habis pikir mengapa motor saya harus diurus di DenPOM. Polisi hanya menyurati saya bahwa kasus telah dilimpahkan ke DenPOM. Ketika diurus, untuk mengeluarkan motor, staff saya harus merogoh Rp. 100,000,-. Sedangkan STNK dan SIM saya harus diambil di kota lain tempat DenPOM tersebut berada. Disana, tanpa malu, staff saya diminta dana Rp. 1,000,000,- untuk bertukar nilai sebuah SIM dan STNK. Karena tdk ada dana, akhirnya disetujui Rp. 200,000 dgn kata kata nanti dia kapan kapan akan main ke kantor.
Lucu bagi saya. Perasaan saya HANYA polisi yg punya hak menahan SIM dan STNK. Kasihan ‘anak-anak’nya ya di kasih makan dari duit Haram. Semoga men jadi daging makanannya tersebut. Walaupun dulu selepas ITB saya sempat punya penyakit iri melihat mudahnya sepupu dan teman teman sekitar saya melanjutkan sekolah ke luar negeri, namun posisi saya apabila dibandingkan ‘anak-anak’ tersebut terasa sangat beruntung. Beruntung karena InsyaAllah ketiga anak saya dilahirkan dari perpaduan daging yang halal. (InsyaAllah saya yakin kualitas mertua saya).
Pelajaran yang saya dapatkan hari ini, “Ya Allah, mohon jaga mata, dan hati saya dari godaan syaitan agar keturunan kami dapat tumbuh dengan bekal yang halal dan mampu menjunjung tinggi nilai yang di tanamkan oleh Ayah saya…. Ya Allah lindungilah kedua orang tua kami seperti mereka melindungi kami dari godaan dunia yang silau..
Terima kasih Papa…
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar