Rabu, 26 Desember 2007

Berkhayal untuk Pemilu yang demokratis

Berkhayal untuk Pemilu yang demokratis.

Mungkin ngak ya .. Setiap Pemilihan Umum dilakukan benar benar bebas. Bebas yg paling penting adalah bebas untuk memilih siapa yang hendak di pilih. Saat ini yang ada dimana mana kita memilih orang yang hendak di pilih. Yang ada adalah; orang kaya yang kebanyakan duit dan tinggal cari hobby/status baru sebagai pemimpin, orang yang berambisi menjadi pemimpin dan berkampanye agar dipilih, dan orang yang di plot untuk maksud tertentu dan mengamankan kepentingan tertentu. Jarang seorang pemimpin murni yang tetap murni setelah keluar dari ajang kampanye. Biasanya karena dituntut untuk memperoleh dana kampanye yang besar, oarang tersebut rela membuang ke murnian-nya untuk di sokong oleh orang kaya yang punya niat tersendiri.

Pengalaman berbicara bagaimana almarhum Cak Nurcholis Madjid ketika hendak maju sebagai calon Presiden namun tidak memiliki dana dan kendaraan. Maklum. Orang ‘lempeng’ malah jarang yang mau support. Di sisi lain tokoh Amien Rais, yang tadinya tokoh lurus berubah menjadi tokoh yang di tebengi banyak kepentingan.

Problem orang lurus / murni biasanya tidak ingin menonjolkan diri sebagai orang lurus / murni. Masyarakatlah yang dapat menilai kelurusan dan kemurniannya. Sehingga bayangkan bagaimana orang yang tdk ingin menonjol tersebut harus menonjolkan diri dengan berjualan kecap…

Mungkin kalau pemilu dirubah dimana pada putaran pertama setiap pemilih berhak untuk memilih siapa saja yang mereka yakini mampu sebagai pemimpin mereka. Diputaran kedua baru 2 besar pemimimpin yang memperoleh pilihan paling besar (2 dari begitu banyak pilihan masyarakat yang muncul) dipilih lagi layaknya pemilu saat ini langsung hanya dengan 1x putaran. Hasil yang diperoleh akan lebih demokratis. Sistem ini menjamin tidak akan ada Golongan Putih (Golput) pada putaran pertama. Yang Golput artinya memang orang apatis yang dirinya sendiri dianggap tidak layak sebagai pemimpin. Saya rasa metoda ini layak dipertimbangkan walaupun kendala-kendalanya juga makin berlipat. Adapun kendala-kendalanya meliputi:

-----Setiap orang harus memiliki nomor yang uniq sehingga setiap masyarakat yang hendak memilih tidak akan salah memilih karena nomor tersebut yang harus mereka cantumkan. Nomor uniq tersebut harus systematis tersusun seperti nomor KTP atau Wajip Pajak sehingga hanya ada satu nomor di seluruh Indonesia. Padahal kita tahu saat ini belum ada nomor KTP dan wajib pajak yang uniq di Indonesia. Banyak yg punya KTP double, atau bahkan orang dewasa yang tidak mempunyai nomor wajip pajak.

S---Setiap masyarakat dengan gampangnya mencari nomor uniq tersebut atas nama seseorang yang dia kagumi. Nomor tersebut mungkin dapat di taruh di suatu website yang khusus meng-guide pencarian nomor uniq tsb atas nama, alamat, tanggal lahir, profesi dll dari seseorang. Kendalanya adalah system ini bisa disalah gunakan. Orang bisa mendapatkan alamat seseorang dari system ini. Mungkin harus dirancang output nya hanya berupa nomor uniq tsb. Alamat, nama dan lain lain hanya keyword / keysentence untuk mencari saja. Kendala lainnya tidak semua orang di Indonesia yang melek internet.

Namun keuntungan yang dihasilkan dari sistem ini pemilihnya pun harus mencantumkan nomor uniq nya sendiri. Sehingga proses filter atas suara ganda dapat diatasi.

-----System perhitungan mau ngak mau harus melibatkan komputer dengan memory yang besar. Bayangkan pilihan akan bisa mencapai ribuan bahkan mungkin jutaan orang dan yang terpilih hanya 2 besar. Tidak mungkin melibatkan perhitungan manual. Artinya setiap masyarakat / system Pemilu HARUS menerima system perhitungan komputer sebagai metoda resmi yang diakui.

-----Proses perhitungan yang kompleks. Perhitungan bisa dilakukan penyederhanaan dengan memfilter 2 nama terbesar setiap kabupaten / provinsi yang berhak maju ke perhitungan nasional. Dipilih 2 nama karena mungkin saja ke dua pilihan kandidat putaran kedua nasional semuanya dari daerah tersebut.

P---Pemerataan informasi dan sosialisasi metoda ini yang harus sampai menyentuh masyarakat terpencil sekalipun.

-----Dan lain-lain.

Akhir kata ini hanyalah khayalan. Namun saya merasa, tidak ada yang tidak mungkin. Yang penting itikat kita untuk selalu mencari kesempurnaan dan perbaikan dari kondisi saat ini. Hari esok harus lebih baik dari hari ini.

Minggu, 25 November 2007

Berkhayal untuk pembangunan Sumatera

Tidak akan berubah nasib suatu kaum kalau bukan kaum tersebut yang memulai suatu perubahannya.

Untuk mencapai suatu tujuan, buatlah langkah kecil yang merupakan bagian yg tidak terpisahkan dari langkah besar.

Kira kira itulah pikiran dasar saya kalau memikirkan “ Mau kemana bangsa ini”. Sejelek jeleknya pak Harto, namun pada periode tersebutlah saya mengenal REPELITA dan PELITA. Rencana pembangunan industri bahan pokok pertanian, dilanjutkan pembangunan industri bahan baku pertanian, industri yang menunjang pertanian dan sebagainya dengan ujung suatu bangsa yang kuat dan maju di industri pertanian dan permesinan untuk pertanian. Memang arogan sih karena bisa membuat rancangan Pelita langsung berentet yang saling sambung / sinergy. Yakin benar pak harto kalau pasti dan pasti kepilih terus.

Namun orang sekelas pak Harto pun bisa tidak konsisten dengan konsep Repelitanya. Ditengah jalan, pak Harto terkagum-kagum dengan sosok BJ Habibie sehingga konsep Repelitanya tersebut melenceng ditengah. Dengan konsep mercusuar “IPTN”, dana Rebeboisasi yang merupakan komponen penunjang Repelita pun sanggup untuk di lencengkan menjadi pesawat terbang. Apa hubungan industri pesawat terbang dengan industri pertanian?.

Saat ini Presiden kita dipilih dari Pemilu. Dagangannya hanya janji kampanye yang saat dijalankan pun melenceng dari janji awal. Maksimum idea bisa dikembangkan hanya 2 kali @5 tahun yaitu 10 tahun. Tahun berikutnya kalau Presiden baru tidak suka atau punya konsep berbeda, habislah rintisan tersebut. Disisi lain, para Raja daerah yaitu Bupati dan Walikota juga menjanjikan topik topiknya sendiri ketika kampanye. Siapa yg bisa memastikan idea-idea para raja kecil ini searah dengan idea Presiden!!. Nah lo. Rumahnya sama, tapi antara anak, istri dan bapak sebagai kepala rumah tangga punya agenda masing masing.

Sama dengan Presiden, mereka pun tidak ada pagar pembatas / guide pengembangan ketika mereka memenangi Pemilu. Semuanya hanya dengan blanko kosong. Dengan ego masing-masing. Bagaimana cara mensinergykan mereka?. Suatu kala, almarhum gubernur Sumatera Utara Tengku Rizal Nurdin sempat marah karena para Bupati di daerahnya ‘emoh’ datang utk meeting koordinasi karena merasa Gubernur bukan atasannya. Yang ekstreem lagi kemarin (15 November 2007) berbeda dengan yang lain, ada rancangan di daerah Riau yang akan mematok harga membuat KTP sebesar Rp. 400,000,-. Gila.

BAPENNAS yang seharusnya menggodok perencanaan nasional hanya sibuk mengurusi pinjaman luar negeri. Coba tanya orang Bapenas; Apa rencana mereka tentang Sumatra 6 tahun ke muka. Bagaimana memajukan ekonomi provinsi di Sumatera. Pastilah ngak ada jawaban yang membumi. 1 bulan kemudian kita datang lagi, jawaban sangat mungkin akan berbeda karena memang real nya tidak ada.

Jadi siapa yg harus membuat rencana jangka panjang?. MPR?. …..Capek deh!!…

“marilah kita melakukan perubahan dimulai dari diri kita sendiri”.

Untuk memikirkan negara saya rasa idea tersebut terlalu muluk-muluk. Terlalu banyak Pakar yang tidak pintar di sini. Dipikirkan oleh negarawan sekelas Profesor saja tidak beres beres. Bagaimana kalau kita mengecilkan area mengkhayal kita sampai batas pulau Sumatera dulu. Kenapa Sumatera?.. karena dari sanalah saya dilahirkan dari seorang ayah bersuku Melayu Deli dan Ibu bersuku Komering. Masak saya dulukan Sulawesi?..

Dengan diawali contoh-contoh idea saya, kira kira khayalan saya seperti ini:

Langkah Pertama: Rancangan pembangunan ekonomi

Dimanakah pasar. Harus dilihat dengan sejelas-jelasnya soal tujuan pasar yang paling besar. Apakah tujuan pengiriman produk harus ke jakarta atau pulau jawa?. Bagaimana kalau tujuan produk kita langsung berupa ekspor ke wilayah daratan Asia melalui Malaysia / Singapore?. Dari sisi jumlah potential pembeli secara kuantitas lebih banyak berlipat-lipat dari jumlah penduduk Jawa dan secara luas geografy juga berratus-ratus lipat luas pulau Jawa. Apabila kita pasarkan ke Asia, kita sudah bermain sebagai pemain ekspor dan bukan pemain lokal. Mungkin bahasa kerennya” Think like Asian, not only Indonesian”.

Pintu Gerbang Strategis. Saya berkhayal agar bisa memanas-manasin negara Malaysia dan Thailand untuk secara bersama-sama mereka membangun terowongan / terusan transportasi laut yang memotong leher terkecil daerah perbatasan mereka (Coba lihat peta, di daerah Thailand dekat malaysia ada leher daratan yang ramping yang potential utk di buat terusan). Dengan konsep terusan ini, kapal-kapal dari daratan eropa/afrika /timur tengah yang hendak keChina/ Jepang dan Amerika tidak perlu lewat Singapore. Hanya tujuan ke Australia dan Selandia Baru yang masih melalui jalur lama. Dengan konsep ini, Pulau Sabang bisa di kembangkan menjadi pulau pelabuhan tempat kapal-kapal tersebut beristirahat, bongkar container, melakukan maintenance, dan pengisian perbekalan. Dari titik ini pula ekspor-impor produk dari dan ke pulau Sumatera dapat di lakukan.

Transportasi Penghubung dan Komunikasi. Perlu dibuat jalan Tol dan jalur Kereta Api di tulang punggung pulau Sumatera yang menghubungkan Bakaheuni sampai Banda Aceh melewati provinsi-provinsi yang ada. Mengaca pada kasus pasar tumpah di jalur lintas utara jawa, jalan tersebut dilarang melalui kota kota yang ada sehingga laju distribusi tidak terganggu aktivitas kota. Akses dari wilayah di pedalaman ke Jalur Tol dikembangkan oleh Pemda setempat. Di China, banyak sekali pengembangan jalan raya bukan Tol yang di lakukan oleh Pemda setempat. Sampai batas suatu waktu sesuai investasinya, setiap orang yang lewat harus ikut menanggung biaya pengembangannya. Setelah balik seluruh permodalannya jalan tersebut kembali menjadi Jalan raya umum yang bebas untuk dijalani.

Apabila pandangan membuka pasar ekspor langsung ke daratan Asia merupakan tujuan, perlu dibuat pelabuhan penyeberangan Feri yang terbaik dari wilayah Riau / Sumatera Utara ke Malaysia. Kalau perlu, dirintis kemungkinan pembuatan Jembatan penyeberangan melintasi selat malaka melalui pijakan pulau pulau di Kepulauan Riau yang tersebar disana.

Perlu juga dibuat rintisan ekspedisi yang tugasnya mendistribusikan kelebihan / potensi produk daerah lain ke daerah lainnya sehingga tidak ada lagi cerita produk rusak tidak terjual karena harga jatuh (stock berlimpah) sedangkan daerah lain malah tidak tersuplai. Seperti nadi darah, setiap daerah di pulau Sumatera harus terjamah sistem sirkulasi tersebut. Contoh musim nanas di Palembang, nanas tersebut juga dapat dinikmati di daerah Takengon di Aceh. Panen bawang di bengkulu harus bisa didistribusikan sampai Medan. Kalau perlu dibuat perusahaan daerah yang bertugas mendistribusikan potensi produk tsb. Mereka harus bisa memetakan potensi produk tersebut beserta kalender kerja dengan jelas.

Penanaman Modal Asing. Dengan akses infrastruktur yang baik tersebut diatas dan kepastian hukum di wilayah pulau Sumatra, maka besarlah peluang investor untuk menanamkan modal asingnya berupa pabrik pabrik yang produknya langsung bisa di ekspor melalui jalan Tol tersebut langsung ke daratan Asia melalui Fery atau pelabuhan Ekspor Impor di pulau Sabang.

Edukasi dan Peluang Kerja. Guna mengangkat harkat generasi muda di pulau Sumatera dan menyediakan karyawan yang kompeten bagi para investor asing, harus dibuat suatu yayasan pendidikan yang mendidik putra putri dari Pulau Sumatera untuk belajar dan mengimplementasikan pengetahuan hasil pendidikan yang didapatnya di industri-industri yang ada di Pulau Sumatera. Penanam modal di Pulau Sumatera harus dirangkul bersama untuk mengembangkan sistem bersama yang mendidik dan mengakomodasi potensi penduduk Pulau Sumatera. Langkah lainya seperti menjalankan konsep yang tertuang di blog yang lalu yaitu “Berkhayal untuk yatim Piatu”

Nilai Keunggulan Tiap Daerah. Dipastikan tiap pelosok di pulau Sumatera memiliki keuniqan yang bisa diasah menjadi Keunggulan Bersaing dari tiap kabupaten / provinsi. Tanpa menghilangkan unsur persaingan sehat, masing-masing daerah harus sinergy dalam mengembangkan potensi yang ada baik potensi sendiri maupun potensi daerah lain. Masing-masing daerah HARUS berkompetensi yang sehat yang dapat saling melipatkan potensi daerah lain yang ada. Potensi penduduk harus diasah sesuai nilai jual lokal yang ada. Konsep pemikiran yang lalu yaitu “Berkhayal untuk rakyat Petani dan Nelayan” juga cocok untuk diimplementasikan.

Langkah kedua: Merancang Rencana jangka panjang menuju visi yang diinginkan.

“Bakmi GM tidak berhasil maju dan populer dalam semalam”

Dituntut rancangan strategy jangka panjang yang terbukti tangguh guna mencapai cita-cita yang diinginkan. Dalam rancangan ini harus terpapar jelas langkah langkah awal membangun pondasi di tiap daerah. Dirancang pula peran support tiap daerah untuk kemajuan pembangunan pondasi daerah lain.Kemudian dilanjutkan periode langkah langkah selanjutnya.

Rancangan pun harus dibuat focus dan dinamis mengikuti perkembangan politik nasional dan lokal. Turut diperhitungkan pula metoda evaluasi dan modifikasi.

Dalam setiap periode tersebut harus turut diperhitungkan pula system pembiayaannya. Termasuk didalamnya urutan strategynya.

Langkah ketiga: Satu Komando, satu rancangan.

Harus dibuat suatu grand scenario yang mampu untuk diimplementasikan di seluruh pulau Sumatera. Saat ini para Bupati dan Gubernur tidak mampu untuk mensinergykan tugas ini mengingat luas kekuasaannya hanya sebagian dari pulau Sumatera. Sedangkan disatu sisi lagi mereka HANYA bertanggung jawab dengan rakyat melalui Pemilu. Partai Politiklah yang mampu mempersatukan mereka. Mereka harus loyal kepada satu atau kumpulan Partai Politik yang beraliansi.

Namun struktur partai politik kita masih bersifat nasional yang pastilah tidak akan mau untuk hanya melayani pulau sumatera. Sifat partai politik saat ini hanya fokus di ideologi (kesamaan agama, Nasionalisme, Faham, dll, dan bukan geografy (sumatera, jawa, kalimantan, dll.)

Disatu sisi lain, partai lokal yang sekarang lagi di dengungkan seperti di Aceh, selain tentang ideologi, mereka hanya bersifat lokal Provinsi. Sedangkan di Sumatera ada banyak provinsi. Bagaimana cara mereka agar bisa memiliki satu tujuan dan satu bahasa?. Dan yang perlu diingat, idea Partai lokal ini hanya baru idea dan banyak yang menentangnya pula.

Sesuai dengan kenyataan bahwa kita harus mengakomodir peraturan yang ada, maka harus dibentuk Partai Baru berskala nasional namun bervisi hanya kemajuan pulau Sumatera. Tanpa mengundang negatif thinking atas kedaerahan (tidak usah kita bahas karena semangatnya memang tidak kesana. HIDUP INDONESIA!), partai baru ini HARUS mampu merangkul seluruh masyarakat Sumatera / Alumni dan yang merasa sayang terhadap Sumatera (yang ingin melihat Sumatera maju) di seluruh tanah air dengan mengutarakan rancangan kedepan partai ini dengan sejelas jelasnya.

Kelemahan partai politik saat ini rata-rata mereka hanya hidup ketika menjelang Pemilu. Mereka dijalankan tanpa konsep yang jelas. Selebihnya adalah milik pembesar partai dan menjalankan misi mereka. Kita harus tunjukkan bahwa kita beda. Partai ini harus terbebas dari figur, dan kepentingan pribadi. Partai ini HARUS lahir dengan membawa visi dan misi yang sudah ada walaupun tidak kaku/rigid dan siap menampung buah pikiran lainnya. Harus diperjelas bahwa di partai ini setiap masukan dihargai. Rencana strategis partai yang coba ditawarkan MASIH tetap HARUS dapat berubah, walaupun hanya system implementasinya. Jabaran tersebut harus memuat:

1. Ide dasar yang ditawarkan yang diungkapkan secara detail dan systematis. Hal ini merupakan KEHARUSAN sebagai bukti bukan janji. Ketika para pemilih akan memilih, mereka harus sudah mendapatkan idea dasar dan strategy Partai tersebut.

2. Mekanisme pemasukan idea untuk memodifikasi idea dasar tersebut sehingga ide tersebut akan berubah makin tajam dan terasah dengan sangat baik melibatkan bukan saja team pendahulu, namun semua masyarakat merasa diajak dalam rangka merancang dan mengawasi, sehingga ide tersebut bukan saja milik Partai namun milik seluruh masyarakat pemilih.

Seluruh warga Sumatera di seluruh Indonesia diminta peran aktifnya untuk :

1. Mewakili cabang Partai ini di seluruh wilayah Indonesia (syarat partai Politik saat ini dimana harus mempunya perwakilan di seluruh provinsi di Indonesia) agar partai dapat lolos dari syarat minimal partai.

2. Memenangi Partai Politik ini KHUSUSnya di SELURUH wilayah Pulau Sumatera. Kalau perlu mereka pulang kampong dan memilih di sana.

Target pemenangan pemilu tidak hanya DPRD namun seluruh posisi bupati / walikota dan Gubernur di seluruh pulau Sumatera HARUS direbut. Dengan begini maka Partai dengan idea dasar bersama tersebut mampu mengkontrol lajunya pembangunan sesuai dengan cita cita dasar tersebut.

Agar jauh dari ‘Numpang hidup’, Partai harus menutup diri dari orang orang yang ingin “bekerja” di Partai. Partai hanya untuk orang yang ingin menuangkan idea dan mengawal visi dan misi bersama tersebut. Untuk hal tersebut diatas, partai harus mampu mem-filter pengurus partai/ anggota DPRD /pejabat kepala daerah yang diunggulkan sehingga terpilihlah orang-orang yang benar-benar menghayati VISI bersama tersebut dan Partai harus mengembangkan system check and balance atas masukan loyalis partai sehingga mereka merasa dilibatkan atas jalannya implementasi visi ini.

Dengan konsep ini maka pembangunan yang ada dapat terarah dengan jelas

Langkah keempat: Digitalisasi Data, Network dan Komunikasi

Seluruh database kependudukan, kepolisian, industri, perdagangan, pajak dll harus saling bergandengan menjadi SATU sistem yang satu. Tiap kabupaten saling berhubungan membentuk Sistem Informasi Daerah Sumatera.

Setiap orang yang masuk dan keluar baik warga negara RI maupun warga negara Asing HARUS terdata dengan jelas. Tidak ada satu orang pun yang tidak terdata. Presiden pun kalau berkunjung harus memasukkan data yang dibutuhkan sejelas jelasnya.

Dengan konsep ini, maka terjadi kemudahan di banyak sistem seperti: data kependudukan/imigrasi, data kepemilikan, data pendapatan/penghasilan, data perpajakan, data pembelian, data perdagangan, dan lain-lain.

Apabila Pemerintah Pusat senang dengan hasil komputerisasi tersebut, Pemerintah Pusat boleh menggabungkan systemnya ke system yang telah kita bangun.

Visi & Misi diatas hanya contoh-contoh dari saya. Visi dan Misi yang sesungguhnya harus dirancang bersama sehingga terasa milik bersama. Dengan langkah-langkah diatas, Pulau Sumatera akan mampu mengejar ketinggalanya dan kemudian maju memimpin pembangunan Republik Indonesia seutuhnya.

Kalau bukan kita yang memulai siapa lagi.





KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia

Minggu, 18 November 2007

Berkhayal untuk BusWay

Saat ini kita sibuk dengan pembangunan Busway koridor VII-X. Ada yg setuju dan ada yang tidak setuju. Dua-duanya punya argumentasi yang masuk akal. Tapi ngak nyambung. Ujungnya akan terus ribut.

Saya berkhayal, dari pada kita terus berantem, mending kita kasih waktu pemerintah DKI untuk memikirkan alternatif yang paling ideal utk kita semua. Apakah MRT/Underground (subway)?, ataukah Monorail?. Sambil menunggu wujudnya, Pemda bisa membuat suatu BUSWAY yang aman dengan memanfaatkan jalan TOL dalam kota yang tiada ujungnya (muter terus). Kalau saya jadi gubernur, saya akan buat stasiun bus di tiap sudut-sudut tertentu sepanjang jalur Tol dalam kota. Demikian lawan arahnya, sehingga warga yang ingin jalan dari Kelapa Gading ke Slipi dengan gampang dapat memanfaatkan jalur ini. Namun berbeda dgn Busway yang ada, Busway ini mungkin paling cocok kalau berjalan di sisi kiri sehingga pembangunan stasiunnya lebih gampang. Untuk sepanjang jalan Yos Sudarso – Ancol, stasiun bisa dibangun bertingkat dgn bagian bawah utk pintu masuk/keluar/beli ticket dan lantai atas sebagai gate masuk ke Busway.

Untuk jalur Buswaynya, tidak usah dibuat kaku hanya boleh dilalui Busway saja. Jalur diprioritaskan Busway. Namun kalau jalan Tol tersebut Macet, Mobil selain Bus operasional Busway HARUS keluar dari jalur dengan minggir ke sisi kanan.

Walaupun baru bisa melayani warga yang hendak berpergian sepanjang Jalur Tol dalam kota, namun bila membayangkan dana yang dibutuhkan untuk membangun system ini, pastilah idea ini wajar di kembangkan mengingat biaya hanya untuk pembangunan halte/stasiun dan minor change di jalanan saja.

Contoh kasus yang dipermudah:

1. Warga di jatinegara dapat membawa seluruh keluarganya rekreasi ke Ancol

2. Warga Halim dapat belanja dengan gampang ke Mangga Dua

3. Warga Kelapa gading dapat berangkat kerja ke Sudirman

4. Mahasiswa Trisakti dapat kuliah ke Grogol

5. Dan lain-lain





KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia

Selasa, 13 November 2007

Berkhayal untuk Yatim Piatu

KONSEP DASAR

Tergugah melihat makin banyaknya pengemis cilik / kanak kanak di banyak sudut perempatan jalan di ibukota ini. Mungkin sebagian besar darinya yatim piatu namun memiliki kepandaian yang siap diasah. Kepikir juga sampai kapan kita akan memberikan sedekah berupa uang kecil ke mereka secara random. Terbayang bisa memberi sesuatu kepada mereka sekali pukul. Sekali pukul maksudnya sekali memberi dapat lantas mengangkat harkat hidup utk seterusnya.

Pernah suatu saat saya memberi seorang bapak-bapak berkaki satu yang berprofesi sebagai pemulung yg sering lewat rumah mertua sejumlah dana sebesar Rp. 250,000,- (Bagi saya ini angka yg besar loh). Niatnya sih agar duit tsb bisa jadi modalnya sehingga esok dia dapat berubah. 1 bulan kemudian saya bertemu bapak tsb yang tetap dgn kondisi yg sama. Artinya duit saya tsb tdk mampu mengangkat harkat hidupnya. Hanya dipakai untuk menyambung nyawa tiap hari.

Akhirnya konsep berkhayal dipakai….bagaimana cara membuat suatu Panti Asuhan merangkap sekolah yang mandiri. Panti asuhan yg mampu menampung anak anak yatim piatu tersebut. Suatu panti asuhan yang mampu menghidupi kehidupan didalamnya sendiri. Mampu membayar gaji guru-gurunya, mampu memberi kehidupan bagi murid muridnya, mampu membiayai ektrakulikulernya, dan sebagainya dan sebagainya.

Kebanyakan panti asuhan sifatnya sangat tergantung donatur. Baik dari pribadi orang perorang maupun pemerintah. Sehingga kalau link ke donatur terganggu, maka rusaklah keuangan panti asuhan tersebut.

Mengembangkan ide seperti Pesantren jaman dahulu, maka khayalan saya berbentuk Panti asuhan merangkap sekolah unggulan yang disatu sisinya menjalankan fungsi suatu perusahaan (profit center) dengan seluruh komponen perusahaan memakai tenaga dari panti asuhan tersebut. Konsep sekolah unggulan mungkin tdk perlu saya perdalam karena kembali kepada kualitas guru-gurunya dan metoda mengajar-belajarnya. Seluruh guru beserta keluarganya yg bertempat tinggal di komplek tersebut beserta seluruh anak didiknya melakukan suatu usaha bersama untuk kepentingan bersama. Konsepnya adalah kebersamaan. Sama sama menjalankan suatu fungsi yang terkontrol dengan rapih untuk kepentingan bersama seutuhnya. Tinggal mengasah aturan main agar tiap orang didalamnya baik guru maupun murid punya fungsi tanggung jawab bak seperti perusahaan yg stabil. Saya merasa konsep ini dapat berjalan di suatu bisnis yg banyak didalamnya suatu aktivitas rutin dalam hal pelayanan, perawatan dan pengawasan yang mengandalkan Standard Operating Procedure yang baku. Konsep ini selain dapat menjamin keberlangsungan komplek tersebut, dapat pula menjadi tempat para yatim piatu tersebut berlatih menjadi busines man dan berlatih bagaimana cara menjalankan suatu usaha nantinya.

Contoh.

1. Misalnya didirikanlah suatu panti asuhan merangkap sekolah yg HARUS unggulan di tepi jalan TOL (menghadap ke sisi luar jalan TOL). Akses ke komplek di lakukan dari pinggir jalan diluar Tol sehingga tidak mengganggu jalan Tol itu sendiri. Disanalah tempat mereka beraktivitas mengajar / belajar, tinggal, beribadah dan sebagainya. Di sisi kompleks yg berhadapan langsung dgn jalan TOL dibangunlah tempat istirahat pelanggan TOL resmi yang saat ini banyak mulai dibangun dengan kondisi yang luks yang didalamnya ada pompa bensin, restaurant, tempat beristirahat, bengkel servis mobil, dll. Seluruh aktivitas tempat peristirahatan tsb di jalankan oleh anggota komplek Panti asuhan tersebut. Jajaran guru dapat menjalankan fungsi sebagai manager / controller, Murid senior / kakak kelas dapat sebagai karyawan /operator senior yang mendidik adik adik kelasnya, dan adik kelas menjalankan fungsi sebagai operator. Dengan konsep shift dan di training oleh yg memiliki frenchise nya, maka semua bisa berjalan sesuai dgn yg diinginkan memanfaatkan anggota komplek tsb. Pihak Guru sebagai manager tinggal mengevaluasi performance anak didiknya sesuai Standard Operating Procedure (SOP) yg diinginkan. Misalnya Dunkin Donat yg hendak membuka kios disana dapat men trainingkan SOP miliknya ke pimpinan kompleks. SOP menjalankan pompa bensin, dll. Dengan konsep seperti ini, komplek panti asuhan dan sekolahan tersebut dapat mandiri menghidupi kebutuhannya terus menerus. Ingatlah bahwa sekolah dan panti asuhan itu cost center.

2. Membuat panti asuhan yang merangkap sekolah unggulan yang dipadukan dengan usaha perikanan hias / konsumsi sekala besar. Konsep industri perikanan penuh dengan suatu aktivitas kontrol sehari hari seperti memberi makan, pemijahan, pengurasan kolam, pemilahan dan lain lain. Dengan bantuan pakar pakar perikanan yg ikhlas, teknologi sederhana tersebut dapat ditularkan ke warga komplek. Dengan sistem shift yg terpadu, anak anak murid dapat secara bergantian belajar dan menjalankan tugasnya sesuai schedule yg sudah ditetapkan.

3. Membuat panti asuhan yang merangkap sekolah ungulan yang dipadukan dengan usaha peternakan / susu sekala besar.

KONSEP KEMBANGAN

Memodifikasi konsep diatas dimana dibentuk suatu wadah dimana sejumlah warganya dapat tinggal, belajar-mengajar, beraktivitas sambil bersama sama bekerja utk membiayai aktivitas tsb, namun aktivitas usaha nya diupayakan dapat memberi kesempatan anggota-anggotanya untuk berkembang pesat nantinya sesuai bakat.

Contoh;

1. Dibentuklah suatu panti asuhan merangkap sekolah unggulan disamping lapangan golf / golf driving area. Usaha menjalankan operational lapangan golf dilakukan sepenuhnya oleh anggota kompleks panti asuhan tersebut seperti menjalankan restaurant, administrasi keanggotaan, caddy, tukang kebon, pemungut bola,tukang parkir, dll., sama seperti konsep pemikiran diatas.

Yang membedakannya, di sekolahan / ekstrakulikuler, sang murid DIHARUS kan belajar dan berlatih olah raga golf di area tsb di waktu-waktu kosongnya (tiap murid punya waktu kosong yg berbeda-beda tergantung waktu shiftnya) dengan jadwal latihan yang serius. Para guru turut mengawasi kemajuan anak didiknya. Apabila hal ini di lakukan dengan benar dan dibantu oleh pakar pakar golf yg iklas, masak dr seluruh anggota-anggota kompleks tersebut tidak lahir seorang anak yatim piatu warga panti asuhan tersebut yang jago main golf dan layak ikut kejuaraan golf profesional?.

KONSEP KEMBANGAN NETWORK

Apabila nantinya terbentuk banyak komplek panti asuhan mandiri dengan ciri ciri uniq masing-masing dan telah terbentuk suatu wadah komunikasi antar komplek yang baik, maka para yatim piatu tersebut dapat memilih hendak tinggal dan menuntut ilmu di komplek yang mana sesuai dengan bidang yang hendak diasahnya.



KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia

Minggu, 04 November 2007

Berkhayal utk rakyat petani dan nelayan

konsep dasar khayalan adalah:

- joint operation /saham suatu koperasi (yg sdh ada maupun baru) A dengan perusahaan B membentuk suatu perusahaan baru C.

- koperasi A adalah kumpulan rakyat yg memiliki sejumlah aset yg akan dipakai sebagai setoran aset di perusahaan C serta anggotanya menjadi karyawan di perusahaan C.

- perusahaan B adalah perusahaan yg siap sebagai bapak asuh koperasi A yg akan berinvestasi diluar setoran aset koperasi A menjadi perusahaan C sehingga perusahaan C dapat menghasilkan produk utk di jual menghasilkan profit.

- pemerintah membantu koperasi A agar setiap anggotanya dapat mendapatkan aset yg akan dipakai koperasi A sebagai setoran saham di perusahaan B.

Aplikasi di Pertanian / Perkebunan.

Apabila kita bandingkan metoda pertanian amerika dgn pertanian yang umum ada di indonesia sangatlah terlihat kontras. Contoh di hawaii, perkebunan nanas terhampar luas tanpa batas. sejauh mata memandang hanya tanaman nanas. Dikelola sangat modern dgn menggunakan permesinan sehingga sedikit jumlah karyawannya. Biasanya bersifat kapitalis yg dimiliki individu / perusahaan super kaya. Di Indonesia kebon bisanya dikelola rakyat secara individu dan tradisional. Usaha sendiri-sendiri setiap individu membuat usaha sporadis, tidak synergy satu kebon dgn kebon yg lainnya. Ketidak synergy-an dapat terlihat di system pengairan, tranportasi, alat kerja dan lain lain. Malah sering timbul persaingan antara mereka.

Pertanian pun seperti itu. Konsep pertanian bersekat/pematang sawah yg salah satu fungsinya selain sebagai pijakan org jalan juga sebagai batas kepemilikan sawah. akibat dari hal ini, alat mekanisme pertanian /perkebunan tdk lebih maju dr mesin sederhana. Kita tidak bisa memakai alat permesinan karena terhalang sekat sekat tersebut. Dr sisi investasi, alat alat tersebut tidak mungkin di miliki oleh personal mengingat harganya yg selangit. Dari sinilah saya berkhayal menciptakan pertanian / perkebunan secara modern yg di support permesinan modern dan manajemen modern, namun tdk melupakan rakyat kecil perdesaan. Rakyat kecil di sekitar harus tetap dilibatkan sebagai komponen mata rantai produksi.

Saya tdk mengetahui detail mengenai program transmigrasi. Yg saya tangkap adalah pemerintah siap memberikan tanah minimal 2 HA bagi setiap org di tanah transmigrasi utk diolah/dimiliki. Artinya tdk ada syarat bagi org yg ingin memiliki tanah tsb apabila dia mau ke lokasi tersebut. Apabila sejumlah besar rakyat pemilik 2HA tanah tadi berkumpul dan membentuk suatu wadah koperasi yg kita sebut koperasi A, lalu bersama suatu perusahaan ‘bapak asuh’ B membentuk perusahaan baru C yg akan beraktivitas di bidang industri pertanian / perkebunan masal yg modern. Kumpulan tanah tanah @2HA tersebut kemudian dijadikan aset setoran koperasi A di perusahaan C sehingga setiap anggota koperasi A otomatis menjadi pemegang saham perusahaan C. Besarnya share sesuai dengan harga 2Ha tanah tersebut dibanding total seluruh investasi perusahaan C. Selain sebagai pemegang saham, para anggota koperasi A tersebut dijadikan pekerja di lahan perkebunan sehingga para anggota mendapatkan gaji sebagai karyawan dan juga devident apabila di kemudian hari perusahaan membagi keuntungan. Dengan konsep ini, para karyawan yg merupakan anggota koperasi A akan tumbuh nilai / rasa memiliki atas perusahaan C tersebut.

Perusahaan B yg merupakan bapak asuh akan menutupi investasi diluar tanah dan menjalankan fungsi manajemen pengaturan perusahaan.

Aplikasi di Pertanian / Perkebunan.

Demikian juga di sektor kelautan. Pemerintah sering kita dengar memberikan bantuan perahu perahu bagi nelayan utk melaut. tapi perahu perahu tsb kecil-kecil. refrigerator pun tdk ada. sehingga sifat nelayan kita hanya bermain di perairan dekat pantai. tdk mampu bermain di laut lepas. Disatu sisi kita memiliki Zona Ekonomi Ekslusive yg memberi hak kita utk memanfaatkan hasil laut yg ada di area ZEE tersebut. Bukan rahasia lagi kalau banyak kapal kapal ikan asing yang malah memanfaatkan area ini dibandingkan pemiliknya. Kenyataannya nelayan kita tidak mampu bersaing dgn kapal-kapal ikan tersebut yang selalu maling ikan kita. Ibarat rumah kosong yg hanya diliat sekali-sekali. Ketika lagi di kunjungi, para maling tersebut bersembunyi. Namun setelah yang punya rumah pergi, maling maling tersebut berkumpul kembali di dalam rumah. Ibarat lainnya penjaga gudang memakai parang sedangkan malingnya / rampoknya datang membawa kalasnikov.

Aplikasi khayalan ini tetap sama berupa kemitraan investor bermodal kuat dgn masyarakat kecil yang dibantu katalisatornya oleh pemerintah. Daripada pemerintah memberi ke banyak org berupa perahu kecil-kecil, lebih baik pemerintah memberi kapal ikan mandiri ke sekelompok besar orang. kapal ikan yg mampu berlayar semingguan yg dilengkapi fasilitas standar dan yg paling penting refrigerator yg muat utk tangkapan 1 minggu. Kalau perlu pemerintah keluarkan undang undang yg menyita setiap kapal ikan asing yg tertangkap untuk kemudian di hibahkan ke koperasi utk di kelola. Kapal milik banyak orang ini di jalankan per shift sehingga selain bongkar muat dan perawatan, kapal langsung dapat melaut kembali dengan di awaki shift personel yg sebelumnya di darat, sedang personel yang baru mendarat akan istirahat untuk shift berikutnya kembali.

Selama ini nelayan hanya memanfaatkan es batu yg hanya kuat sesaat. Sepanjang usia es batu tersebutlah nelayan dapat melaut agar ikan hasil tangkapannya tidak membusuk. Ingat kasus ikan formalin!, ini adalah bentuk akal akalan nelayan agar ikan yg busuk akibat kurang membeku atau ikan yg tetap terlihat segar walau minim es batu dapat tetap dijual.

Ada pendapat yg bilang saat ini kapal ikan sulit melaut karena mahalnya harga solar. Saya tidak setuju. Kalau dibina dgn baik saya tdk percaya masalah solar jadi kendala. Buktinya kapal kapal ikan asing yg maling tsb asik meraja lela. Apakah mereka tidak memakai bahan bakar solar? Apakah harga solar di luar negeri lebih murah dari dalam negeri. Ingat bahwa bahan bakar minyak di Indonesia itu di subsidi. Artinya tdk mungkin lebih mahal dari yg tidak disubsidi. Solar menjadi kendala apabila nilai hasil tangkapan tdk sesuai dgn cost yg dikeluarkan untuk operasi. Artinya hasil laut yg ditangkap nilainya kurang tinggi dibanding nilai ikan hasil tangkapan kapal kapal asing. Ibarat mereka sibuk berebut ikan tuna, nelayan kita menjala ikan teri yg tdk laku di luar negeri. Mereka semua membawa hasil tangkapan ke luar negeri yg siap membayar dengan harga tinggi, sedangkan nelayan kita menjual di pelelangan ikan yg akan ditekan harganya apalagi kalau nelayannya sangat membutuhkan dana atau kalau cadangan esnya menipis. Atau kapal asing memakai radar pencari ikan sedangkan kita pakai insting. Mereka sekali jalan bisa memenuhi refrigerator, sedangkan kita instingnya hanya utk mendapatkan ikan segerobak.

Dimana fungsi perusahaan bapak asuhnya?

Sekelompok org pemilik kapal tsb (koperasi A) menyetorkan kapalnya sebagai modal penyertaan saham di peruhaan baru C dgn perusahaan bapak asuh B. Para pemilik kapal akan berfungsi sebagai awak kapal yg siap menjalankan kapal dgn sistem shift per satu mingguan. sisanya sebagai awak kapal pengumpul, proses pembekuan dan pengepakan. Selain fungsi bapak asuh yg mengayomi, mendidik dan membina, perusahaan bapak asuh tersebut menyediakan kapal pengumpul, mesin pemroses ikan sampai pengepakan serta menjalankan fungsi marketing, serta penjualan. Wawasan pun di perlebar tdk hanya sejauh pusat pelelangan ikan namun pusat lelang dunia.

Selanjutnya metoda perusahaan khayal ini berjalan selayaknya perusahaan umumnya yg berupaya membuat keuntungan sebesar besarnya dgn cost sekecil kecilnya. Rkyatpun tdk merasa di tinggal dan turut dilibatkan atas majunya perusahaan.



KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia

Jumat, 02 November 2007

Berkhayal untuk PEMILU

Menghayal itu enak. Terbebas dari pertanggung jawaban hukum dan dosa. Paling-paling kalau terlalu jauh dr realita, pikiran kita ngak ada yg nanggapi.

Pagi ini saya kaget membaca berita tentang anggaran pemilu 2009 yg diperkirakan akan mencapai Rp. 40 triliun lebih. Whadauuuu. Besar amat ya.. padahal itu udh dgn memanfaatkan investasi yg dilakukan pada pemilu 2004 lalu seperti bilik dan kotak suara.

Mikir-mikir sendiri, mungkin ngak ya pemerintah mendaya gunakan kekuatan jaringan ATM bank terkemuka tanah air seperti ATM bank BCA, Bank NIAGA, Bank Mandiri dan ATM bersama. kesemua bank dapat diminta /dipaksa dgn sangat utk mensinergykan system ATM nya( terbukti bisa dgn layanan transfer antar bank saat ini) sehingga memungkinkan rakyat Indonesia yg memiliki hak memilih utk dapat menentukan pilihannya di bilik suara berupa ATM yg sudah tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Utk wilayah wilayah terpelosok dpt dilayani dgn komputer online seperti yg dibuat untuk melayani transaksi non cash yg saat ini banyak dibuat jaringan ATM bank bank krn murah (tdk mengandung unsur brankas dan system fisik setor/terima/hitung uang). Mobile ATM tsb dgn akses mobile internet access seperti PSAT nya PSN atau jaringan 3G nya GSM dapat dibuat di kantor kantor kelurahan di daerah. Tiap pemilih tinggal diberi kartu pilih yg dibagikan didalam amplop tertutup yg sdh diberikan password secara acak terprint dlm amplop kirim yg tdk ada satupun yg tau kecuali server.

Keuntungan system khayalan ini adalah investasi yg tdk mubazir (sewa atm yg pasti bisa diTEKAN dgn alasan kepentingan nasional, develop software pemilu) serta hasil yg langsung dapat di hitung dgn sangat cepat. Salah satu kekurangannya berupa hanya memakai data digital online (tdk ada bukti fisik yg kenyataan tdk berguna kecuali bila ada perhitungan ulang) yg sangat perlu diawasi dgn ketat dan netral. KPU harus ketat menjaga server dr pihak pihak yg tidak bertanggung jawab, serta system emergency trouble solving yg terbukti ampuh. saya rasa hal ini sangat memungkinkan mengingat jaringan online ATM itu uniq yg tdk bergabung dgn jaringan public. software yg dibangun pun hrs uniq yg tdk dikenal oleh para hackers.

Bagaimana kawan kawan. Apakah khayalan saya ini membumi?...

Thk atas kunjungan dan tanggapannya..


KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia