Selasa, 13 November 2007

Berkhayal untuk Yatim Piatu

KONSEP DASAR

Tergugah melihat makin banyaknya pengemis cilik / kanak kanak di banyak sudut perempatan jalan di ibukota ini. Mungkin sebagian besar darinya yatim piatu namun memiliki kepandaian yang siap diasah. Kepikir juga sampai kapan kita akan memberikan sedekah berupa uang kecil ke mereka secara random. Terbayang bisa memberi sesuatu kepada mereka sekali pukul. Sekali pukul maksudnya sekali memberi dapat lantas mengangkat harkat hidup utk seterusnya.

Pernah suatu saat saya memberi seorang bapak-bapak berkaki satu yang berprofesi sebagai pemulung yg sering lewat rumah mertua sejumlah dana sebesar Rp. 250,000,- (Bagi saya ini angka yg besar loh). Niatnya sih agar duit tsb bisa jadi modalnya sehingga esok dia dapat berubah. 1 bulan kemudian saya bertemu bapak tsb yang tetap dgn kondisi yg sama. Artinya duit saya tsb tdk mampu mengangkat harkat hidupnya. Hanya dipakai untuk menyambung nyawa tiap hari.

Akhirnya konsep berkhayal dipakai….bagaimana cara membuat suatu Panti Asuhan merangkap sekolah yang mandiri. Panti asuhan yg mampu menampung anak anak yatim piatu tersebut. Suatu panti asuhan yang mampu menghidupi kehidupan didalamnya sendiri. Mampu membayar gaji guru-gurunya, mampu memberi kehidupan bagi murid muridnya, mampu membiayai ektrakulikulernya, dan sebagainya dan sebagainya.

Kebanyakan panti asuhan sifatnya sangat tergantung donatur. Baik dari pribadi orang perorang maupun pemerintah. Sehingga kalau link ke donatur terganggu, maka rusaklah keuangan panti asuhan tersebut.

Mengembangkan ide seperti Pesantren jaman dahulu, maka khayalan saya berbentuk Panti asuhan merangkap sekolah unggulan yang disatu sisinya menjalankan fungsi suatu perusahaan (profit center) dengan seluruh komponen perusahaan memakai tenaga dari panti asuhan tersebut. Konsep sekolah unggulan mungkin tdk perlu saya perdalam karena kembali kepada kualitas guru-gurunya dan metoda mengajar-belajarnya. Seluruh guru beserta keluarganya yg bertempat tinggal di komplek tersebut beserta seluruh anak didiknya melakukan suatu usaha bersama untuk kepentingan bersama. Konsepnya adalah kebersamaan. Sama sama menjalankan suatu fungsi yang terkontrol dengan rapih untuk kepentingan bersama seutuhnya. Tinggal mengasah aturan main agar tiap orang didalamnya baik guru maupun murid punya fungsi tanggung jawab bak seperti perusahaan yg stabil. Saya merasa konsep ini dapat berjalan di suatu bisnis yg banyak didalamnya suatu aktivitas rutin dalam hal pelayanan, perawatan dan pengawasan yang mengandalkan Standard Operating Procedure yang baku. Konsep ini selain dapat menjamin keberlangsungan komplek tersebut, dapat pula menjadi tempat para yatim piatu tersebut berlatih menjadi busines man dan berlatih bagaimana cara menjalankan suatu usaha nantinya.

Contoh.

1. Misalnya didirikanlah suatu panti asuhan merangkap sekolah yg HARUS unggulan di tepi jalan TOL (menghadap ke sisi luar jalan TOL). Akses ke komplek di lakukan dari pinggir jalan diluar Tol sehingga tidak mengganggu jalan Tol itu sendiri. Disanalah tempat mereka beraktivitas mengajar / belajar, tinggal, beribadah dan sebagainya. Di sisi kompleks yg berhadapan langsung dgn jalan TOL dibangunlah tempat istirahat pelanggan TOL resmi yang saat ini banyak mulai dibangun dengan kondisi yang luks yang didalamnya ada pompa bensin, restaurant, tempat beristirahat, bengkel servis mobil, dll. Seluruh aktivitas tempat peristirahatan tsb di jalankan oleh anggota komplek Panti asuhan tersebut. Jajaran guru dapat menjalankan fungsi sebagai manager / controller, Murid senior / kakak kelas dapat sebagai karyawan /operator senior yang mendidik adik adik kelasnya, dan adik kelas menjalankan fungsi sebagai operator. Dengan konsep shift dan di training oleh yg memiliki frenchise nya, maka semua bisa berjalan sesuai dgn yg diinginkan memanfaatkan anggota komplek tsb. Pihak Guru sebagai manager tinggal mengevaluasi performance anak didiknya sesuai Standard Operating Procedure (SOP) yg diinginkan. Misalnya Dunkin Donat yg hendak membuka kios disana dapat men trainingkan SOP miliknya ke pimpinan kompleks. SOP menjalankan pompa bensin, dll. Dengan konsep seperti ini, komplek panti asuhan dan sekolahan tersebut dapat mandiri menghidupi kebutuhannya terus menerus. Ingatlah bahwa sekolah dan panti asuhan itu cost center.

2. Membuat panti asuhan yang merangkap sekolah unggulan yang dipadukan dengan usaha perikanan hias / konsumsi sekala besar. Konsep industri perikanan penuh dengan suatu aktivitas kontrol sehari hari seperti memberi makan, pemijahan, pengurasan kolam, pemilahan dan lain lain. Dengan bantuan pakar pakar perikanan yg ikhlas, teknologi sederhana tersebut dapat ditularkan ke warga komplek. Dengan sistem shift yg terpadu, anak anak murid dapat secara bergantian belajar dan menjalankan tugasnya sesuai schedule yg sudah ditetapkan.

3. Membuat panti asuhan yang merangkap sekolah ungulan yang dipadukan dengan usaha peternakan / susu sekala besar.

KONSEP KEMBANGAN

Memodifikasi konsep diatas dimana dibentuk suatu wadah dimana sejumlah warganya dapat tinggal, belajar-mengajar, beraktivitas sambil bersama sama bekerja utk membiayai aktivitas tsb, namun aktivitas usaha nya diupayakan dapat memberi kesempatan anggota-anggotanya untuk berkembang pesat nantinya sesuai bakat.

Contoh;

1. Dibentuklah suatu panti asuhan merangkap sekolah unggulan disamping lapangan golf / golf driving area. Usaha menjalankan operational lapangan golf dilakukan sepenuhnya oleh anggota kompleks panti asuhan tersebut seperti menjalankan restaurant, administrasi keanggotaan, caddy, tukang kebon, pemungut bola,tukang parkir, dll., sama seperti konsep pemikiran diatas.

Yang membedakannya, di sekolahan / ekstrakulikuler, sang murid DIHARUS kan belajar dan berlatih olah raga golf di area tsb di waktu-waktu kosongnya (tiap murid punya waktu kosong yg berbeda-beda tergantung waktu shiftnya) dengan jadwal latihan yang serius. Para guru turut mengawasi kemajuan anak didiknya. Apabila hal ini di lakukan dengan benar dan dibantu oleh pakar pakar golf yg iklas, masak dr seluruh anggota-anggota kompleks tersebut tidak lahir seorang anak yatim piatu warga panti asuhan tersebut yang jago main golf dan layak ikut kejuaraan golf profesional?.

KONSEP KEMBANGAN NETWORK

Apabila nantinya terbentuk banyak komplek panti asuhan mandiri dengan ciri ciri uniq masing-masing dan telah terbentuk suatu wadah komunikasi antar komplek yang baik, maka para yatim piatu tersebut dapat memilih hendak tinggal dan menuntut ilmu di komplek yang mana sesuai dengan bidang yang hendak diasahnya.



KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia

Tidak ada komentar: