Jumat, 02 November 2007

Berkhayal untuk PEMILU

Menghayal itu enak. Terbebas dari pertanggung jawaban hukum dan dosa. Paling-paling kalau terlalu jauh dr realita, pikiran kita ngak ada yg nanggapi.

Pagi ini saya kaget membaca berita tentang anggaran pemilu 2009 yg diperkirakan akan mencapai Rp. 40 triliun lebih. Whadauuuu. Besar amat ya.. padahal itu udh dgn memanfaatkan investasi yg dilakukan pada pemilu 2004 lalu seperti bilik dan kotak suara.

Mikir-mikir sendiri, mungkin ngak ya pemerintah mendaya gunakan kekuatan jaringan ATM bank terkemuka tanah air seperti ATM bank BCA, Bank NIAGA, Bank Mandiri dan ATM bersama. kesemua bank dapat diminta /dipaksa dgn sangat utk mensinergykan system ATM nya( terbukti bisa dgn layanan transfer antar bank saat ini) sehingga memungkinkan rakyat Indonesia yg memiliki hak memilih utk dapat menentukan pilihannya di bilik suara berupa ATM yg sudah tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Utk wilayah wilayah terpelosok dpt dilayani dgn komputer online seperti yg dibuat untuk melayani transaksi non cash yg saat ini banyak dibuat jaringan ATM bank bank krn murah (tdk mengandung unsur brankas dan system fisik setor/terima/hitung uang). Mobile ATM tsb dgn akses mobile internet access seperti PSAT nya PSN atau jaringan 3G nya GSM dapat dibuat di kantor kantor kelurahan di daerah. Tiap pemilih tinggal diberi kartu pilih yg dibagikan didalam amplop tertutup yg sdh diberikan password secara acak terprint dlm amplop kirim yg tdk ada satupun yg tau kecuali server.

Keuntungan system khayalan ini adalah investasi yg tdk mubazir (sewa atm yg pasti bisa diTEKAN dgn alasan kepentingan nasional, develop software pemilu) serta hasil yg langsung dapat di hitung dgn sangat cepat. Salah satu kekurangannya berupa hanya memakai data digital online (tdk ada bukti fisik yg kenyataan tdk berguna kecuali bila ada perhitungan ulang) yg sangat perlu diawasi dgn ketat dan netral. KPU harus ketat menjaga server dr pihak pihak yg tidak bertanggung jawab, serta system emergency trouble solving yg terbukti ampuh. saya rasa hal ini sangat memungkinkan mengingat jaringan online ATM itu uniq yg tdk bergabung dgn jaringan public. software yg dibangun pun hrs uniq yg tdk dikenal oleh para hackers.

Bagaimana kawan kawan. Apakah khayalan saya ini membumi?...

Thk atas kunjungan dan tanggapannya..


KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia

Tidak ada komentar: